Sunday, 23 October 2011

aku tersenyum menunggu sang maut menjemputku


jam berdentang
pertanda sang maut datang
jam berdentang
aku terus menunggu…. dan menunggu…..
Aku terbaring di ranjang
dikelilingi oleh kemunafikkan
dirantai oleh kebohongan
dipasung oleh kesombongan
aku tersenyum memandangnya
sosok hitam sang tangan kanan iblis
sosok hitam yang beraura dingin
Sosok hitam yang akan menjemputku
Aku tersenyum memandangnya
sudah tiba saatnya
Harga yang harus kubayar
atas kebodohanku di dunia fana ini
Aku tersenyum memandangnya
Ia mengibaskan tangannya………………
nyawaku tercabik dari ragaku
melayang menuju panasnya api neraka

No comments:

Post a Comment